Sampai Tak Mungkin Mencintaimu

Aku selalu suka dengan senyum indahmu setiap kau melihatku..
Aku selalu suka dengan binar-binar jenaka bola matamu sambut bahagiamu..
Aku selalu suka kulit putih pipimu yang selalu bersemu merah, setiap kugoda kamu..
Aku selalu suka suara manjamu memanggilku
Aku selalu suka genggaman erat tanganmu padaku, temani tidurmu..
Aku selalu suka lesung pipi milikmu yang selalu ada setiap kubisikkan kisah-kisah lucu di telingamu..
Aku selalu suka gelak tawa jujurmu.. renggutan ngambekmu.. semuanya..
Aku selalu suka.. Karena aku selalu suka..

Aku selalu jatuh cinta setiap memandangmu..
Jatuh cinta pada bentuk wajahmu, alismu, bola mata jenakamu, kulitmu, bibir tipis merahmu,
kedua tangan lembutmu, rambutmu…
Jatuh cinta pada caramu bertutur kata..
tertawa, tersenyum, menangis, marah..
tak sabar, kesal, protes hingga patuh tak berdaya..
Jatuh cinta ketika nakalmu, bandelmu, menyebalkanmu..
Jatuh cinta ketika kamu tidak di dekatku sekalipun…
Jatuh cinta pada apa adanya kamu..
Yang senantiasa goreskan rasa haru karena memilikimu..

Tentu suatu hari aku harus melepaskanmu..
Melepaskan setiap getar suaramu yang senantiasa mengusir hening rumah..
Melepaskan genggaman jari eratmu..
Yang semakin hari akan semakin kuat dan kokoh..
Kehilangan rangkulan erat yang senantiasa menyambutku setiap pagi, siang, sore dan sebelum tidurmu..
Kehilangan tubuh mungil yang bisa kurengkuh setiap waktu..
Karena kelak, tinggimu akan melampui tinggi badanku..
Kehilangan perdebatan-perdebatan kecil yang mengawali setiap hari kita..
Dan tentu melepaskanmu untuk menyambut masa depan dengan puluhan cita-cita menjangkau langit di tanganmu..

Bila saja aku boleh berharap..
Tentu aku tak mau kehilanganmu..
Selalu ingin berada di dekatmu..
Memperhatikanmu, menyayangimu, memelukmu, merangkulmu, mengecupmu…
Seperti biasanya aku mencintaimu..
Tak habis-habis.. Tak lekang oleh usia..
Bahkan ketika seorang wanita kelak berjalan berdampingan denganmu..
Bahkan ketika jerit anak-anak lucu menunggu kepulanganmu..
Bahkan ketika gurat-gurat garis menua tampak melukis wajahku..
Bahkan ketika suara penuh semangatku.. perlahan-lahan berganti dengan bisik lirih tak berdaya..
Bahkan ketika jari-jari ini penuh keriput dan tak lagi kokoh..
Bahkan ketika kaki ini tak sanggup lagi menopang tubuhku..
Sampai ketika aku tak mungkin lagi mencintaimu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
%d blogger menyukai ini: