Kesetiaan kasih sayang seorang ikhwan

Apa kabar Dik?
Lama tak mendengar kabar darimu, dan semua kabar tentangmu biasa ku dengar dari sahabatku. 2 tahun aku mengenalmu, sejak kita masih bersama-sama mencari bekal ilmu didaerah orang, walau dirimu sering pulang kehalaman,namun aku masih disini..

dirimu tahu tentang semua rasaku dari sahabatku, namun dirimu tidak dapat memberikan jawaban apapun atas semua harapanku. Karena aku tidak pernah mengungkapkannya, tak tau knpa diriku tak punya nyali untuk mengtakan yang sejujurnya, akupun tak ingin rasa ini ternodai.. Dirimu tetap pada diamku, bersikap seolah tak tahu.. Entahlah mas, aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku, aku mengagumimu.. mengagumi kesederhanaanmu, namun selain rasa itu aku tidak memiliki rasa yang lain. Aku tidak berani mencintaimu, karena aku takut rasa cinta itu akan menghancurkan pondasi keimananku. Aku takut rasa cinta itu akan membuatku tak segan melanggar larangan Allah dengan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam Islam.

Aku mengagumimu, namun aku tidak pernah merindukanmu. Aku pernah berharap mendapatkan seorang suami yang memiliki kesederhanaan sepertimu, tapi aku tak pernah ingin menuntut engkau untuk menunggu ku. Entahlah.. rasanya aku tidak berhak menyuruhmu menunggu, sedangkan aku tidak mampu berjanji bahwa aku tak akan mengecewakan penantian panjangmu. Mungkin mudah saja bagi kita untuk berjanji, namun jika Ketetapan-NYA tak mengizinkan janji kita terpenuhi, kita tak akan punya daya untuk memenuhi Janji-Janji kita.

Selama ini aku diam karena aku malu.. seorang ikhwan yang tak bisa membenikan diri mengatkan sejujurnya, bagaimana mungkin aku punya keberanian untuk mengutarakan harapanku padamu? karena aku sendiri memang tak mau mengatakannya,..Selama ini aku diam karena aku takut berharap padamu, karena aku takut dikecewakan dan mengecewakan.. aku takut harapanku hancur berkeping-keping jika ternyata sebelum tiba waktu kepulanganku, engkau telah betemu dengan jodohmu, Ya.. Ternyata bukan aku, maka aku lebih memilih berharap dalam do’aku.. Jika memang Dirimu ditakdirkan berjodoh denganku, aku yakin akan ada jalan dari Allah yang lebih diridhai dari pada mengikat rasa dan asa ini dengan komitmen sebuah hubungan.

Aku ingin mendekatimu , tapi aku takut menjauh dari Rahmat-NYA. Aku ingin berharap padamu, tapi berharap Pada-NYA ternyata lebih menentramkan jiwa. Jika hari ini aku berharap padamu, aku akan tersiksa rindu, aku akan tersiksa oleh rasa takut kehilanganmu. Andai saja pacaran itu tidak haram, aku mau menjadi pacarmu dan memintamu menungguku sampai aku lulus nanti, namun kita faham betul semua itu tidak dibenarkan dalam agama kita.

Aku lebih memilih keberkahan sebuah ikatan ketimbang kebersamaan yang menyalahi aturan. Untuk apa kita hidup bersama , andai rumah tangga yang akan kita bangun nanti tidak mendapat kebarakahan-NYA hanya karena cara kita yang salah dalam menempatkan rasa, aku tidak ingin pernikahan kita nanti hilang kebarakahan karena kita terburu-buru mengikat janji dalm sebuah hubungan yang tak diridhai.

Oleh karena itu, biarlah aku tetap berharap dalam do’aku.. Tanpa perlu memintamu menungguku, tanpa perlu memaksa Allah menjadikanmu untuk ku, biarlah harapku ku sampaikan pada-NYA, biarlah Allah menunjukkan jalan terbaik. Dia lah Yang Maha tahu siapa yang terbaik untukmu , dan siapa yang terbaik untukku.

Jika suatu saat ku dengar kabar engkau telah menyempurnakan separuh agamamu.. Tak akan ada rasa sakit dan kecewa di dalam hatiku, karena aku yakin keputusan Allah adalah yang terbaik.

Inilah ungkapan hatiku untukmu, dimana pun engkau jika catatan ini sampai padamu, semoga engkau mengerti dan memaafkan ku karena sekian lama diam dan menjauhimu. Jika saat ini dirimu dengan orang lain aku akan mengikhlasakannya karena seperti dirimu begitu bahagia dengan orang lain. mski kehidupan ini rasanya benar-benar hancur bereping=keping, rasanya aku tak mampu lagi menjalani perjalanan hidup ini, hanya tetesan air mata yang selalu menemaniku…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
%d blogger menyukai ini: