“Dalam Mimpi Yang Dingin”

Ku tatap dinding nan sepi . . .
Pilu menggema dalam hati . . .
Terjerumus dalam belaian mati yang muali mengajakku pergi . . .

Badan terasa kaku karena memikirkanmu . . .
Mulut tak dapat bicara jiwa-jiwa bersama dengan doa ku . . .
Agar kembali semula hati dan pikiran bersatu . . .
Tuk slalu ingat dirinya dalam pikiranku . . .

Ku jalani walau terasa sakit . . .
Walau dada ini terasa menghimpit . . .
Tak dapat memeluk tuk hilangkan rasa rindu . . .
Tak dapat mencium karena bukan milikku . . .
Kerinduan dan cinta ku pendam . . .
Perlahan mulai kelam . . .

Kepedihan slalu membara dihati . . .
Sampai kapn ku tahan rasa ini . . .
Sukar sekali rasanya terucap . . .
Hanya sehelai kertas segalanya ku curahkan . . .
Untuk sebuah ungkapan yang tak tersampaikan . . .
Senang sedih dan luka dihati . . .
Karena cintamu, aku sangat berarti . . .

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kutipan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner
%d blogger menyukai ini: